When we think we have the right to be jelaous.
Sunday, January 28th, 2007Karena ternyata dia selingkuh dengan perempuan lain. Karena dia ternyata lebih suka nongkrong bersama teman-temannya dibandingkan duduk di café mengobrol berlama-lama dengan kamu. Karena ternyata dia selama ini sudah dijodohkan dengan perempuan lain oleh orang tuanya. Karena dia selama ini tampaknya jauh lebih dekat dengan sahabat perempuannya daripada dengan kamu. Karena dia ternyata begitu cepat melupakan kamu dan punya kekasih baru dalam hitungan hari sejak kalian putus. Karena ternyata dia sebenarnya tidak pernah mencintai kamu dan lebih tertarik dengan sahabat perempuan kamu. Karena selama ini ternyata dia sebenarnya sudah tidak tahan buat putus dengan kamu tapi karena kasihan dia memilih untuk tetap menjadikan kamu pacarnya. Karena begitu putus dengan kamu dia ternyata biasa-biasa saja dan sama sekali tidak terlihat sedih dan kehilangan seperti kamu. Karena ternyata dia memang tidak pernah berniat menjadikan kamu jadi orang yang akan dinikahinya, tapi hanya dipacarinya. Karena selama ini walaupun dia pacaran dengan kamu tapi teman tidurnya selalu berganti setiap minggu. Karena ternyata dia membutuhkan kamu hanya untuk tidur bersamanya tapi tidak untuk hal lainnya. Karena ternyata dia sekantor dengan banyak perempuan cantik. Karena ternyata dia hanya menjadikan kamu pelarian dari mantan kekasihnya yang memutuskan dirinya sebulan lalu. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu untuk uang dan kepopuleran kamu. Karena ternyata dia memang tidak pernah bisa menggantikan mantan kekasih kamu yang meninggalkan kamu buat perempuan lain. Karena ternyata dia hanyalah seorang anak mami yang menomorsatukan ibunya dan kamu berada di bawahnya. Karena ternyata dia tidak pernah ingin memiliki kamu dan hanya ingin memiliki dirinya sendiri. Karena ternyata dia bisa dekat dengan orang tua sahabatnya tapi tidak dengan orang tua kamu. Karena temannya yang ditelpon barusan adalah perempuan, bukan lelaki. Karena semua temannya lelaki dan bukan perempuan. Karena orang tuanya ternyata memang tidak pernah merestui hubungan kalian selama ini. Karena dia bisa terdengar begitu lucu dan bahagia saat mengobrol dengan temannya daripada dengan kamu. Karena dia ternyata selama ini selalu menyembunyikan kamu dari orang tuanya. Karena selama ini dia ternyata berusaha menyembunyikan kamu dari teman-temannya. Karena ternyata dia selama ini tidak pernah bilang dia sudah punya pacar ke orang-orang. Karena ternyata selama ini dia selalu berperilaku seolah dia tidak punya pacar di depan teman-teman perempuannya. Karena sekarang dia sudah jauh berbeda dengan saat waktu kalian baru kenal dulu. Karena sekarang dia sudah jadi kekasih yang berbeda dengan waktu kalian baru pacaran dulu. Karena ternyata dia lebih populer diantara teman-teman kamu daripada kamu sendiri. Karena sekarang dia tidak lagi menelepon sehari tiga kali seperti dulu. Karena sekarang dia sudah mulai lupa kapan hari jadi kalian dan kapan hari ulang tahun kamu. Karena sekarang dia tidak lagi berdandan seperti dulu. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu supaya tidak dikira gay oleh teman-temannya. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu, sekaligus pacaran dengan seorang lelaki juga. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu supaya ada yang mengurusnya karena dia jauh dari rumah. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu karena orang tua kamu kaya. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu untuk dibanggakan kepada teman-teman lelakinya kalau dia bisa mendapatkan seorang pacar yang cantik dan keren. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu untuk membuktikan kepada orang-orang kalau orang seperti dia pun bisa punya pacar. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu karena bosan jadi jomblo. Karena ternyata dia pacaran dengan kamu karena iseng belaka. Karena dia tidak pernah protes atau cemburu setiap kali kamu jalan dengan teman lelaki kamu. Karena dia tidak pernah menggubris kecemburuan kamu tentang teman-teman perempuannya, apalagi teman-teman lelakinya. Karena dia tidak suka nongkrong dengan teman-teman kamu. Karena dia tidak suka teman-teman kamu. Karena dia tidak berani bertemu dengan orang tua kamu. Karena dia selalu terlihat minder saat bersama kamu. Karena dia hanya menganggap kamu adalah hari ini, bukan masa depan. Karena dia ingin punya anak bersama perempuan lain, tapi tidak bersama kamu. Karena dia tidak juga kadung menutup tato nama mantan pacarnya sampai sekarang. Karena dia tidak juga kadung menato nama kamu di tubuhnya padahal kamu sudah menato namanya di tubuh kamu. Karena kalau dia tertimpa masalah dia selalu lari ke minuman dan sahabatnya daripada ke kamu. Karena kalau ada berita gembira yang diterimanya dia akan lebih dulu memberitahu sahabat dan orang tuanya, baru kemudian kamu. Karena kamu selalu sulit membuatnya mau jadi seperti apa yang kamu mau sementara kamu sudah berusaha menjadi apapun yang dia mau. Karena kamu selalu merasa minder setiap kali jalan bersamanya. Karena dia lebih pintar dari kamu. Karena dia lebih banyak teman daripada kamu. Karena kamu tidak mengerti hal-hal yang dia bicarakan dengan sahabatnya. Karena kamu tidak suka hal-hal yang dia suka. Karena dia tidak pernah mau menemani kamu ke salon ataupun ke mal. Karena dia tidak pernah berusaha untuk menyukai hal-hal yang kamu suka. Karena dia tidak pernah mengajak kamu untuk datang ke acara-acara yang dia suka karena dia tahu kamu tidak suka. Karena dia tidak pernah bermasalah dengan lesbian yang mengejar-ngejar kamu. Karena dia tidak pernah marah kalau ada cowok yang bersuit-suit ke kamu di jalan. Karena dia tidak pernah melarang ini itu. Karena dia terlihat santai walaupun sahabat lelakinya jelas-jelas menaruh hati pada kamu. Karena dia tidak masalah dengan siapapun kamu tidur, selama kamu pulang ke dia. Karena dia sama sekali tidak percaya dengan sesuatu bernama kesetiaan. Karena dia memang lebih suka berteman dengan perempuan daripada lelaki. Karena dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda takut kehilangan kamu. Karena dia tidak pernah mengerti mengapa kamu begitu posesif dan pencemburu padanya….
Bukankah menarik kita ternyata selalu bisa menemukan alasan untuk cemburu?