Archive for February, 2007

One of those low moments

Monday, February 19th, 2007

When life feels so hard and the love you have for it is just not enough. You know those moments, right?

Redefined what I called “Punk’.

Wednesday, February 14th, 2007

Hey, are you a punk?
No, but my lover is.

No, I really don’t want to be the most active ones.

Saturday, February 10th, 2007

Karena jadi yang paling aktif ataupun aktif sekalipun membuat yang pasif merasa mereka akan baik baik saja dengan pilihannya itu.

Kalau besok saya mati,

Friday, February 9th, 2007

apa yang akan kamu ingat tentang saya?

“Oh, dia yang suka memakai kacamata berbingkai besar kan?”

atau,

“Dia suka banget tuh zines. Zinesnya banyak banget!”

atau,

“Cerewet banget.Ngomong mulu!”

atau….

It’s me, I’m always a little sad

Thursday, February 8th, 2007

Udara dingin (ternyata) membuat saya sedih.Kekhawatiran orang tua saya kalau saya akan membawa pengaruh buruk untuk adik terkecil saya membuat saya sangat sedih. Ketertarikan segelintir orang untuk menjadikan rumah saya sebagai sebuah obyek gosip belaka buat mereka membuat saya sedih bercampur marah. Ketidakmampuan saya untuk mengontrol kebiasaan belanja saya yang berlebihan membuat saya sedih hingga kelelahan.Melihat seorang penjual arumanis yang barang dagangannya masih banyak padahal sudah jam tujuh malam membuat saya sedih. Melihat seorang ibu-ibu berusia lanjut (yang mestinya sudah tinggal di rumah sambil bermain bersama cucunya, misalnya) berjalan kaki dengan mendorong gerobak sayurnya membuat saya sedih sekali. Melihat perlakuan orang tua teman saya yang sangat berlebihan dan tidak masuk akal dalam melindungi anaknya membuat saya sedih tak berdaya. Melihat banyaknya orang-orang yang sayangi begitu kecanduan nikotin membuat saya sedih tak berdaya. Menerima kenyataan kalau beberapa kali saya mesti mematahkan hati seorang lelaki yang ternyata begitu mencintai saya membuat saya sedih berhari-hari. Menyadari betapa pahitnya mesti kehilangan teman dengan cara menyakitkan membuat saya sedih kalau mengingatnya. Keretakan hubungan rumah tangga salah seorang sahabat saya membuat saya sedih setiap kali mengingat betapa besar cintanya untuk suami dan anak anaknya selama ini. Mengingat wajah salah seorang paman saya yang terbaring separuh lumpuh karena stroke membuat saya terdiam sebentar karena sedih. Mengingat semua perlakuan jahat salah seorang teman saya kepada kekasihnya yang begitu mencintainya membuat saya sedih dan geram. Menyadari betapa sulitnya ibu saya untuk menerima orang yang tidak percaya Tuhan, tidak percaya agama ataupun tidak memiliki konsep Tuhan yang sama dengan dirinya membuat saya sedih dan kesal. Menerima kenyataan kalau guru-guru di sekolah negeri banyak yang kehilangan pemasukan sejak uang SPP dihapuskan sehingga mereka cenderung melakukan berbagai cara yang curang untuk mendapatkan pemasukan tambahan dari murid-muridnya (baca:orang tua murid-muridnya) membuat saya marah dan sedih. Melihat cara banyak orang memperlakukan kaum homoseksual ataupun transgender yang sangat jahat dan dangkal membuat saya sedih dan tersinggung. Saya sedih sekali mengingat hubungan cinta dua orang sahabat saya yang mesti berakhir dengan sangat menyakitkan keduanya setelah mereka begitu keras memperjuangankan cinta mereka selama ini. Saya bahkan sedih melihat setumpuk zine yang hanya ditumpuk di sudut sebuah lemari pajang dalam sebuah distro. Setiap kali saya menyadari betapa beruntungnya saya karena bisa melakukan banyak kegiatan bersama teman-teman saya dalam sebuah ruang multifungsi kami sendiri sedangkan teman-teman kami di tempat lain belum tentu bisa melakukan semuanya itu, saya jadi sedih. Cara banyak perempuan berusaha supaya mereka bisa dibilang cantik dengan cara-cara yang sangat tidak masuk akal dan berlebihan membuat saya sedih. Cara banyak orang memperlakukan anak-anak seolah mereka adalah obyek tanpa hati dan otak membuat saya sedih lalu marah. Dan cara saya mengusir kesedihan salah satunya adalah dengan menulis, seperti ini…

I really wish you leave them alone

Monday, February 5th, 2007

First, he doesn’t love you anymore.
Second, you don’t love him at all.

Tika minta dibikinin lirik lagu

Thursday, February 1st, 2007

Tentang Petang
Sayang, jangan pulang terlalu petang
Banyak perempuan jalang haus lanang
Banyak lelaki garang bawa parang
Ku tak mau nyawamu melayang

Jauhilah sudut-sudut hitam pekat
Disitu biasanya sembunyi bejat bejat
Nyawaku jadi terasa begitu dekat
Takut kamu tergoda berbuat maksiat!

Doaku panjang saat petang datang
Dadaku tak kunjung jadi lapang
Kamu tak kunjung pulang pulang
Ayo, pacu motormu lebih kencang!

Petang selalu menebar banyak jerat
Segalanya memang tampak begitu dahsyat
Tapi sebenarnya mereka semua penjahat
Ku mohon jangan berbuat nekat!

Semua godaan berpesta saat petang
Mereka bernyanyi, menari, terbang, telanjang
Semuanya ingin jadi pemenang
Dan manusia selalu jadi pecundang